Museum Srihadi Soedarsono
Museum berusia sembilan bulan di Bandung ini direncanakan oleh Srihadi Soedarsono sebagai ruang belajar, tokoh penting dalam seni rupa Indonesia yang paling dikenal lewat seri Candi Borobudur dan Penari. Bahkan di usia akhir 80an, ia masih beraspirasi untuk menciptakan tempat untuk membimbing seniman-seniman muda.
Sayangnya, ia wafat pada 2022, tepat pada saat pembangunan hendak dimulai. Visinya kemudian ditransformasi menjadi museum yang kini menyimpan koleksi beliau yang menelusuri perjalanan kreatifnya, termasuk karya-karya yang belum pernah dipamerkan.
Srihadi menetapkan dalam wasiatnya bahwa tidak satu pun karyanya boleh dijual. Meski kepemilikan museum tetap berada di tangan keluarga, ia dengan sengaja mempercayakan pengelolaannya kepada ahli independen.
Langkah ini secara cerdas menjawab tantangan klasik pengelola museum pribadi, di mana semangat dan kepedulian sering memudar seiring pergantian generasi. Dengan memisahkan kepemilikan dari pengelolaan profesional dan melindungi koleksi secara hukum, Srihadi menciptakan model yang memastikan warisan artistiknya tetap utuh dan dapat diakses oleh generasi mendatang.