Keingintahuan mendalam tentang apa yang menggerakkan perilaku manusia mendorong saya mempelajari Psikologi dan meniti karier selama 20 tahun di dunia periklanan, mencari cara paling efektif bagi brand untuk terhubung dengan audiensnya. Kini, saya membawa ketajaman strategi tersebut ke dunia seni dan budaya, didorong oleh keyakinan akan kemampuan budaya dalam meningkatkan kualitas hidup.
Pengalaman profesional saya mencakup strategi global, operasional regional, hingga perencanaan pasar lokal di Asia Tenggara, Amerika Utara, dan Eropa. Perjalanan ini mengajarkan saya cara memahami berbagai perspektif dari pemangku kepentingan dalam melihat satu masalah, sekaligus memanfaatkan sudut pandang tersebut untuk membangun kolaborasi yang solid.
Saya selalu ingat pesan mentor pertama saya: tiga hal paling krusial dalam strategi media adalah “audiens, audiens, dan audiens.” Berpegang pada prinsip itu, saya telah bekerja bersama brand global seperti P&G, Dell, dan FrieslandCampina di WPP, serta di sisi klien bersama Haleon dan Glico. Peran saya berfokus pada pemetaan audiens potensial, merancang strategi investasi media, hingga mengukur dampaknya terhadap KPI bisnis.
Kesukaan saya pada museum dan kegiatan budaya tidak hanya sebatas penikmat. Saya pernah menjadi relawan di National Museum of Singapore, mewakili Paviliun Singapura di La Biennale Arte Venesia, dan baru-baru ini di TART, sebuah galeri seni dan ruang budaya nirlaba di Villach, Austria.
Pada 2024, saya mengambil jeda dari karier korporat untuk menyelesaikan Master in Arts Management and Administration di SDA Bocconi demi memahami tata kelola institusi seni dan budaya secara mendalam. Baru saja pada Agustus 2026, saya merampungkan program manajemen seni lintas budaya hasil kolaborasi ArtSpire (India) dan Soléart (Italia), di mana saya merancang konsep cultural hub untuk Gaza, Palestina, bersama rekan dari India.
Saat ini, saya aktif sebagai konsultan independen yang menjembatani kedua dunia tersebut: merancang strategi media untuk brand, serta membangun kemitraan dan pengembangan audiens untuk institusi budaya.
Bagi organisasi budaya, saya membawa disiplin perencanaan media komersial ke tantangan kemitraan, audiens, dan pengukuran: mulai dari bukti, fokus pada beberapa prioritas, dan meninggalkan sesuatu yang dapat dijalankan tim Anda sendiri.
Linimasa Karier