Catherine Hostiani
← Kembali ke Wawasan

Bremen: Place Branding untuk Menegaskan Identitas Kota dan Mempromosikan Warisan

Slogan "Bremen – Live It!" mungkin tidak terlalu mencolok, tetapi ini contoh nyata bagaimana aksi berbicara lebih keras daripada kampanye pemasaran.

Patung musisi Bremen Halaman informasi aksesibilitas Bremen
  1. Storytelling yang memikat. Melalui audioguide gratis dalam 6 bahasa, Anda diantar ke 13 titik di sekitar pusat kota. Favorit saya: HochzeitsHaus, rumah yang disewakan bagi pasangan yang ingin menikah di katedral pada Abad Pertengahan, sebagai bukti berdomisili di Bremen. Kini, ia menjadi hotel terkecil di dunia, dengan hanya 2 kamar saja.
  2. Segmentasi audiens yang cermat. Tawaran digital dirancang untuk melayani audiens yang beragam, dari keluarga hingga penggemar olahraga. Bahkan ada bagian yang dikurasi oleh perempuan, membahas topik penting seperti budaya dan feminisme.
  3. Aksesibilitas bukan sekadar pertimbangan tambahan. Banyak informasi yang mempromosikan Bremen sebagai kota bebas hambatan, termasuk hotel dan tempat wisata. Situs dan audioguide menyertakan versi Leichte Sprache (Bahasa Sederhana), yang sangat membantu bagi pembelajar bahasa Jerman dan penyandang kesulitan belajar.
  4. Suara lokal yang autentik. Melalui "Bremen Locals" di Instagram, kota ini memberi ruang suara kepada warga yang beragam, dari waria hingga pemandu wisata, untuk bercerita tentang tempat favorit mereka.

Saya meninggalkan Bremen sambil membayangkan betapa layak huninya kota ini.